| S |
etiap hujan selalu membawa arti bagi kehidupan dirumahku. Orang rumah selalu sibuk sangad kalo udah hujan tiba. Salah satu contoh aja ‘mama ku’, yang selalu ambil ember buat nampung hujan. Eeeehhhh… gk tau-nya air hujan yang ditampung tadi itu cuman buat nyiram kembang-kembang di teras duang. Meskipun mama ku bisa di bilang sedikit perhitungan tiap ngasih duit tukang parkir di jalanan.
Tapi untuk kolom kasus diatas [ceilee..], bukan berarti mama-ku menerapkan system perhitungan-nya untuk masalah air. Dia bela2in ‘nampung air hujan’ itu karna dia bilang: “Air hujan itu berkah… bagus buat tanaman… pasti ntar tumbuh-nya lebih bagus dari tanaman lain…”. [maklum kt beda zaman].
Nah, waktu itu hujan lebat sangad, tengah malam buta pula. orang rumah udah masuk kamar masing2…. Karna aku kebiasaan begadang dan Selagi aku gk ada kerjaan, aku ke teras. Rencana-nya Cuma mau ambil sandal jepit tercinta supaya gk kedinginan malem gini. Tapi setelah melihat tanaman, Spontan di otak-ku langsung teringat sama omongan mama-ku soal berkah air hujan. jadi, karna aku gk tau letak ember dimana… maka dengan kecerdasan otak-ku semua tanaman mulai dari rak-rak besi-nya, tanaman yang di gantung, yang di pajang, sampe yang di lantai aku keluarkan semua dan ku taruh di halaman ‘SEMUANYA’…. Ku lakukan semua itu hanya untuk mama-ku tercinta dan berharap dia bangga punya anak seperti aku dan aku sangad berharap mama bakal bilang “ini deh sedikit rejeki buat Vicky”. Haha! Setelah selesai aku masuk rumah dalam keadaan serak-serak basah gitu [halah!]… langsung ke kamar, ambil handuk, selesai mandi, pake baju hangad, tidur deh…
Biasa-nya setiap hari libur aku selalu membiasakan diri untuk ber-bangkong ria. Kebetulan hari juga hujan. dan tidur malam ini aku bukan baca doa tidur tapi baca doa kekal hujan [emang ada?]. sedaaaap sangad rasa-nya tidur kali ini…. Tapi pagi ini ‘bangkong-ku’ tak semulus keinginan-ku. Pagi-pagi mama-ku sudah teriak DAHSYAT SANGAD !!!. aku pikir bunyi ringtone HP-ku tadi. Cepat-cepat aku liat HP. Wkwk! Untunglah aku cepat tersadar bahwa aku gk mungkin pasang ringtone yang pake backround petir. Haha! cepat-cepat aku turun ke bawah, berharap tempat pencucian piring terbakar [soalnya aku bosan cuci piring terus….sampe MERK mangkok aja gw HAPAL!!]. meskipun gk mungkin tempat cuci piring terbakar, tapi aku selalu berharap sampai sekarang. Jadi kalo pencucian piring terbakar, mama-ku bakal bilang: ”yaudah deh, tugas Vicky untuk cuci piring di HAPUSKAN!!…”. [‘ngayal sambil senyum sendiri].
Tapi sayang sampe bawah. Ku cari-cari ternyata mereka semua ada di teras. Dengan senyum ke-emasan [tsaah] aku berjalan bak peragawati [bukan bak sampah] di pantai yang pake bikini [halah!]. aku lihat ada mama dan ada papa yang mau berangkat kerja berdiri, seperti menunggu kedatangan-ku untuk memuji saja kelihatan-nya [wkwk!]. Karna gk mungkin papa bela2in dengan seragam dinas-nya Cuma untuk ngeliat tanaman doank. Tanpa mereka tau aku datang, aku menyapa mereka di depan pintu “Pagiiiiiii semuaaaa…”. Kata mama-ku “hebat ya Vicky udah bisa bangun pagi sekarang..”. meskipun kata2 itu untuk anak-anak. aku masih merasa beruntung karna mama-ku gk bilang “hebat ya Vicky udah bisa merangkak sekarang…”. [andakan benar: dia pikir aku apa! Wkwk!]
Ternyata seperti istilah “ada udang di balik batu” maka pagi itu sama hal-nya seperti “ada tanaman di balik mama-papa-ku”. Melihat-ku mama bertanya sambil senyam-senyum ‘sinis!’ : “Vicky kah yang mindahin tanaman ke halaman”. Tadi-nya aku ingin berkata dengan keras dan lantang “IYA”. Namun sedangkan akan tetapi setelah aku melihat pada tanaman ada yang terkapar lemah tak berdaya, ada yang berbatang tapi entah kemana bunga-nya, bahkan ada juga yang berbunga tapi pergi di tinggalkan batang-nya. Sehingga setelah melihat banyak korban berjatuhan di halaman. Dengan tatapan kosong, pura-pura blo’on dan ‘Tanpa Iman’ aku menjawab “Gk Tau Tuh? Mana Berani Vicky Pegang Tanaman Mama? Nyiram Aja Malas!! Apalagi Pindahin, Emang Siapa Sih Ma Yang Mindahin????” [tanpa perduli jawabanx aku kembali ke kamar] [dalam perjalanan aku memejamkan mata sambil berkata : Mati Aku!! Mati Aku!!].
Begitulah tragedy yang memilukan itu. Seperti lagu
Hanya aku dan Tuhan yang tau bahwa ‘Niat’ ku baik. Dan hanya aku dan ‘Malaikat Atid’ yang tau bahwa ‘dibalik itu’ aku juga ingin di puji… bagi ku ini semua coba-an dari Yang Maha Kuasa yang hanya ingin menguji kekuatan iman ku saja… maka dari itu aku tak mau bersedih dan ber-bimbang hati tatkala sedih acapkali menghadang jalan hidup yang penuh duka dan nestapa [halah!Cukup!].
Sejak saat itu, setiap mama mau pergi keluar. Mama selalu berpesan “Tanaman biar mama aja yang siram, pagarnya tutup, terasnya sering-sering di liat ya, kalo ada ayam tetangga nyasar usir aja”. Wajar kalo Pesan sepanjang itu kadang di titipkan ke aku. Tapi kadang juga di titipkan sama ade ku yang masih kelas 2 SD. Apa ndak masuk kanan, keluar kanan lagi…..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar