jika nyawa itu adalah Pemberianmu..
aku akan tetap ikhlas meskipun nyawa ini tersakiti
dan aku akan tetap ikhlas
meskipun perkataan itu adalah DUSTA-ku..
tak ada persiapan berarti disaat kita ingin mengakhiri
tak ada maaf yang perlu di ampuni
tak ada yang mampu mengobati seluruh luka di hati
dan mungkin
semuanya akan mati
kita tahu tak ada di dunia ini yang abadi
------------------------------------------------------
namun,
andai aku bisa mewarnai bumi
ku tak ingin ada langit biru dan satupun bunga yang berseri
andai aku diberikan kesempatan untuk meminta..
ku tak ingin ada bulan terang
ku mau, tidak akan ada salju dingin, putih, bersih, diharapkan..
dan ditangkap dengan senyuman
tak akan ada tawa dan kebahagiaan..
dan yang ada hanya tangisan , luka dan kepedihan
-----------------------------------------------------------
bagiku..
menceritakan sesuatu yang pahit
hanya akan menambah luka dan mengingat sakit
bagiku..
menceritakan sesuatu yang pahit
hanya akan membuat kita terhenti sejenak dan lupa
bahwa kita harus tetap bahagia dan bangkit...
bagiku
untuk apa mengingat kembali cerita mati
------------------------------------------------
ingin ku bagi semua pedih bersama mereka yang menikmati tawa..
tapi aku tahu
pedih ini hanya milikku
pedih ini adalah akibat dari bodohnya langkah ku
aku tak ingin mereka bertanya tentang pedihku...
tapi yang aku ingin,
tidak bisakah mereka merasakan tanpa perlu aku bercerita
tidak bisakan mereka pahami hatiku
dan pahami apa yang ku mau untuk sembuhkan derita
***
yang aku tahu,
aku hanya butuh bahu
aku ingin meneteskan airmataku sebentar di situ
----------------------------------------------------
Tuhan,
entah kenapa disaat aku menangis
terkadang aku ingin menyalahkanmu
tapi Tuhan,
kali ini aku ingin berterimakasih
karna Kau telah memberikan cinta di hatiku
***
meskipun terkadang ingin ku tampar masa lalu
tapi aku bangga,
bangga pada kekuatan hati
yang mampu membuatku bertahan sampai hari ini...
bangga pada cinta
cinta yang telah yang membuatku dewasa
akankah ku temukan bahagia di akhir nyawa nanti?
apakah bahagia itu hanya sebuah impian dan khayalan mati?
meskipun tak ada satupun orang yang mampu menjawab pertanyaanku ini
namun aku yakin,
aku mampu berkata bahwa,
ku mampu telan duka dan isak tangisku hidup-hidup
------------------------------------------------------------- .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar